Seandainya hati ini bisa bicara, bisa menagis pasti dia tak akan menerima mu kembali. Angin, ombak seandainya bicara pasti dia tau apa rasanya. Mulut tak mampu bicara, air mata tak lagi menetes. Diri ini tak seperti dirinya yang mempunyai sejuta material, apa daya, raga ini hanya punya apa yang ada didirinya. Dengan kebanggaan pakaian yang menempel, celana yang tak karuan. Langit mungkin tau apa yg ku rasakan sampai perlahan meneteskan air. Sehingga dingin cepat merambat dalam tubuh, agar bisa menenangkan hati yang tak tau bagaimana bentuk nya. Sebatang rokok yang mengandung racun perlahan mematikan, sehingga perih tak dapat terasa. Bingung dengan perasaan ku yang terus menerus ingin bersamamu, tapi. Bagaimana dengan hati yang terlanjur luka dengan tingkah mu. Sekarang! setia dibalas dengan luka yang tak kunjung sembuh. Saya bertanya pada diri ini apakah siapa? Apakah saya siap? Tak bisa bersamamu, Ibarat jalan satu arah yang ujungnya tak kan bertemu dan seperti batu yang i...