Senja yang kini hilang perlahan langit kini hitam dan rembulan itu sangat terang, malam yang cerah. Perut sudah terisi, Pian segera pergi dengan jaket hitam yang pudar kesayangan nya itu, pemberian beberapa bulan yang lalu oleh ibundanya. Bergegas dengan cepat menemui kawan – kawan lama yang setiap hari bertemu dengan nya, sembari merokok dengan kongko – kongko hangat seraya tertawa. Ponsel itu berbunyi terlihat perempuan yang tak asing memberikan tulisan permintaan. “Ka, Boleh Minta Nomor Whatsapp nya ?” kiranya begitu ucapannya yang dituliskan. Pian sejenak berfikir melihat pesan masuk yang dia terima, dengan perasaan yang ragu, “apakah benar dia ?” bertanya pada dirinya sendiri, seakan tak percaya, barusan Pian melihat gadis itu tadi sore. Tak berlama – lama di berikan nomor whatsapp miliknya yang sering digunakan. “081xxxxxxxxx, ini” di balas dengan pian yang tersenyum. Diletakkan nya kembali ponsel itu dan mengganti kan dengan rokok yang mau dinyalakan. Kopi yang hampir dingin itu di minum dengan cepat perlahan waktu yang semakin larut malam itu. Penyakit yang menjengkelkan, membuat Pian malas, itu datang lagi. Mengantuk, penyakit yang sering membuat nya itu malas, buat bangun pagi. Mungkin terbiasa dengan Pian yang sering bangun siang, karena mata kuliahnya tak ada yang pagi. Pian seorang mahasiswa fakultas teknik yang masih aktif kuliah,yang sering berkata – kata indah untuk perempuan – perempuan di fakultasnya. dengan penampilan yang begitu kekinian.
Komentar
Posting Komentar