Langsung ke konten utama

Surat buat si doi


Seminggu lalu kita berkenalan dengan begitu sempurna yang pernah kurasakan. Seminggu lalu juga niat ku untuk mendekati mu, tak tau dari mana perasaan itu muncul. Ini sebenarnya bukan puisi atau pun apa. yaa !!hanya perasaanku yang mau ku sampaikan tapi takut untuk ku ucapkan pada mu. Kita memang tak pernah ketemu, bukan tak mau,tapi maluku yang menghalangi semua ini. Juga bukan ku terlalu puitis menggunakan kata – kata ini, hanya saja ingin memudahkan mu mengetahui perasaanku sebenarnyaJ. Aku cuman bisa melihat mu dari kejauhan dan menanyakan mu pada teman mu, juga temanku. Aku takut ini terlalu berlebihan buat mu, tapi ini caraku bagaimana menyatakannya .Aku tak tau bagaimana perasaanmu padaku, bagaimana nantinya ? aku tak tau. Mungkin tulisan ini akan mengakhiri percakapan ku pada mu di whatsapp, bukan tak mau. Kira nya nanti kau habiskan bacaan ini sampai selesai aku akan merasa takut, malu, buat menghubungimu lagi jika pengharapanku habis sirna begitu saja. Takut kira nya aku menggangu keseharian mu nantinya, aku tak tau kenapa rindu yang datang terus menerus. Mungkin aku sudah mencintaimu ?, jawaban diakhir nantinya. Aku tak perna memberikan ini sebelumnya pada orang lain, tetapi kenapa bisa ku berikan padamu ? ya , , , pertanyaan yang bisa di jawab oleh mu. Apakah kamu sudah bisa mengagungkan rindumu ?
منلايدركبالذوقلايعظماليهالشوقSiapa yang tak tau rasanya cinta, Bagaimana bisa kau mengagungkan rasa rindu.Jika sudah, berarti kau sudah tau bagaimana rasa cinta itu. Tetapi tak ku tau siapa yang kau cinta ?,aku bukan apa – apa hanya saja aku yang telah mengagumi mu hingga jadi seperti ini, perasaan yang tak berbohong kini ku tuliskan disini, saat ini ku nyaman dengan mu, yang seperti nya mencinta. Tak bisa ku ucapkan langsung atau chat di whatsapp, Malu ku yang membuat ini semua. Maaf aku tlah mebebankan rasa ini padamu, aku sudah siap untuk menerima jawaban mu, tanpa harus menunggu lama. Agar ku bisa tau bagaimana posisi ku selanjutnya. dan ku tau bagaimana rasa ini selanjutnya apakah aku menghapuskan semuanya dan hanya mengagumi mu tanpa perasaan ? waktu yang terlalu singkat untuk ku nyatakan ini kepada mu, aku terlalu takut jika terlalu lama, perasaan mu yang sebenarnya ada kini habis di telan pengharapan ku. yang terjadi nantinya ku kembalikan padaku apakah aku pantas ? banyak yang mudah ku dapat kan, tapi tak mudah ku dapatkan mu.

Komentar

Posting Komentar